Sepak Bola Dan Politik Negara
Yang muda cuman bisa jadi penonton, berteriak bersama namun tidak berpengaruh pada hasil. Bertindak anarkis dengan sesama suporter atau dengan suporter lawan. Yang tua tidak mengingat umur, menendang bola kegawang sendiri. Pura-pura pikun setelah berbuat kesalahan. Para penegak kebenaran hanya bisa menjadi wasit di lapangan, menghukum apa yang mereka lihat dan memberantas yang dianggap merugikan. Tanpa ada tindakan lanjut yang jelas. Pemimpin Negara hanya bisa menjadi pelatih. menunjuk dan berteriak mengatur strategi, yang tidak sesuai dengan rencana. Tanpa melakukan apa-apa dalam perjalanan pertandingan.
Inilah realita keadaan Negara kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar